Pages

Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan

9 Jun 2009

Pesan-pesan yg Bijak

PESAN-PESAN YANG BIJAKSANA

Seorang yang dikenal bijaksana berpesan dengan anaknya, "Wahai anakku, aku berpesan sepuluh perkara dan peliharalah pesan-pesanku ini,jangan bersengketa dengan tetangga; jangan berkongsi dengan orang yang suka cemburu; jangan tinggal bersama orang pendengki (hasud); jangan bertetangga dengan orang jahil; jangan memulai perkelahian dengan orang yang lebih kuat darimu; jangan berteman dengan orang yang suka riya'; jangan terlalu banyak bergaul dengan wanita; jangan berkawan dengan orang kikir; jangan memberikan rahasiamu kepada siapapun; jangan berbicara tentang sesuatu kecuali yang kamu ketahui dan jangan membeli sesuatu kecuali yang kamu butuhkan."

LIMA PERKARA YANG BURUK

Abu Hatim mengutip perkataan Almubarak bin Said Ats Tsauri. Katanya, "Lima perkara yang paling buruk pada diri manusia yaitu bila kekerasan berada di tangan penguasa, kesombongan di kalangan bangsawan, kekikiran berada di kalangan orang-orang kaya, kebekuan di kalangan para 'ulama dan kekuatan badan di kalangan orang lanjut usia."




21 Mei 2009

Dimana Letak Kebahagiaan

DI MANA LETAK KEBAHAGIAN????
Semua orang mendambakan kebahagiaan, mulai dari seorang filosof dengan
pemikirannya yang tinggi sampai orang bodoh dengan kesederhanaannya. Sang
Raja di istananya maupun petani di gubuknya, sama-sama tidak menghendaki
kecemasan dan kegelisahan. Yang menjadi pertanyaan sejak dulu sampai
sekarang adalah 'di manakah' kebahagiaan itu?
Kebanyakan manusia mencarinya bukan pada sumbernya sehingga mereka pulang
dengan tangan hampa, lelah sedih dan putus asa. Dalam berbagai zaman
manusia telah mencoba mencari kebahagiaan itu pada kekayaan materi dan
berbagai ragam pemenuhan kebutuhan inderanya, tetapi ternyata tidak
ditemukan juga sebab setiap kali terpenuhi satu kebutuhan akan selalu
muncul kebutuhan baru.
HARTA. Sebagian manusia menduga bahwa kebahagiaan itu pada kekayaan harta
dan terpenuhinya kesejahteraan hidup. Nyatanya di negara-negara yang maju
ekonominya dan dapat memenuhi sarana kehidupan mulai dari makanan,
minuman, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan fasilitas-fasilitas
lainnya, rakyatnya tetap tidak bahagia dan mencari kebahagiaan dengan cara
lain.
Dalam sebuah survey di Amerika, terungkap bahwa harta merupakan penyebab
terjadinya kejahatan-kejahatan utama di negara super-power ini. Penyebab
lain adalah kebencian, kecemburuan, dan seks. Survey yang dilakukan oleh
suatu tim terhadap sejumlah orang Amerika dari berbagai profesi ini
merupakan fenomena yang ada di negara maju, yang mungkin bukan hanya di
Amerika.
Will Durant berpendapat: "Agama tidak dapat tumbuh subur pada saat di mana
kemajuan material membumbung tinggi. Karena, ketika itu manusia biasanya
membebaskan dirinya dari ikatan-ikatan keruhanian bahkan menciptakan
falsafah dan pandangan hidup yang dijadikan dalih untuk menanggalkan
tuntunan-tuntunan agama." Pendapat pakar yang berasal dari Barat dan hidup
di Barat ini sesuai dengan gambaran al-QurĜµan bahwa manusia yang
dikendalikan oleh nafsu atau dikuasai oleh bayangan kemampuan material
yang dimilikinya, akan bersikap sangat angkuh dan berlaku sewenang-wenang.
Mereka menduga bahwa kemampuannya akan mengekalkannya dan akhirnya mereka
berpaling membelakangi Tuhannya.
Kini semakin disadari bahwa segala keserakahan manusia untuk menumpuk
harta merupakan sebab timbulnya superioritas (rasa keunggulan) seseorang
kepada yang lain. Dan sampai sekarang masih merupakan sebab timbulnya
penderitaan dunia, seperti dibuktikan dari hasil survey di Amerika itu.
Kenyataan mengerikan yang lain dapat kita lihat di negara-negara maju,
negeri yang hidup dalam kecukupan ekonomi luar biasa. Saking makmurnya
sampai-sampai tidak ada kekhawatiran akan kemelaratan walaupun bagi
orang-orang tua atau pengangguran sekalipun, karena negara telah menjamin
setiap warga negaranya dengan jumlah yang cukup.
Namun demikian masyarakatnya hidup penuh keangkuhan, kebencian, gelisah,
cemas, sedih, penuh keluhan dan keputusasaan. Akhirnya banyak yang lari
dari kehidupan malang ini dengan cara bunuh diri dan cara lain sebagai
upaya menyelamatkan diri dari penderitaan jiwa yang menyakitkan itu.
Jelaslah bahwa banyaknya harta bukanlah sumber kebahagiaan dan bukan pula
asas utama untuk mewujudkannya. Bahkan boleh jadi hal itu menjadi
malapetaka bagi pemiliknya di dunia sebelum menjadi malapetaka di akhirat
kelak. Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan penambahan kekayaan harta,
tetapi kebebasan dari rasa takut terhadap penderitaan dan kecemasan lahir
batin.
Ini tentu bukan berarti Islam melarang manusia untuk mendapatkan harta dan
menilai harta benda sebagai sesuatu yang jelek dan harus dihindari. Yang
dikecam adalah perlombaan penumpukannya guna berbangga, berfoya-foya dan
mengabaikan kelompok yang membutuhkannya. Allah berfirman dalam surat At
Taubah: 55, "Janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu.
Sesungguhnya Allah menghendaki dengan harta benda dan anak-anak itu untuk
menyiksa mereka dalam kehidupan dunia."
Siksaan itu bisa berupa kesulitan, kepayahan, kesusahan, dan penderitaan.
Kenyataan pahit ini bisa kita jumpai pada setiap orang yang menjadikan
harta dunia ini sebagai tujuan utamanya dan puncak cita-citanya. Ia akan
selalu tersiksa hatinya, dan lelah jiwanya. Sedikitnya harta tidak akan
mencukupinya, tetapi harta yang banyak juga tidak akan mengenyangkannya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas, Nabi melukiskan jiwa yang
menderita ini, "Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai cita-citanya,
maka Allah akan menjadikan kekayaan di hatinya dan harta benda akan datang
kepadanya serta tunduk kepadanya. Dan barangsiapa yang menjadikan harta
dunia sebagai cita-citanya, maka Allah akan menjadikan kefakiran di kedua
matanya dan mencerai-beraikan semuanya dan tidak akan memberinya harta
dunia selain apa-apa yang telah ditentukannya." (HR Turmudzi)
Ulama salaf pernah menyampaikan, barangsiapa mencintai dunia, maka
dipersilakan mempersiapkan dirinya untuk menanggung musibah. Karena
pecinta harta tidak akan terlepas dari tiga hal; susah berkepanjangan,
lelah berkesinambungan, dan penyesalan tiada akhir. Demikian itu karena
setiap kali terpenuhi satu keinginan timbul keinginan baru, sebagaimana
disampaikan Rasulullah, "Seandainya anak manusia itu memiliki dua lembah
emas tentu ia akan menginginkan yang ketiga."
ANAK DAN JABATAN.Setiap orang tua mencintai anak-anaknya. Tak satupun
orangtua yang tidak menginginkan anak-anaknya hidup sukses kelak di
kemudian hari. Sebab sebagian orang merasa anak bisa menghadirkan
kebahagiaan dalam hidupnya.
Memang anak merupakan bunga kehidupan tumpuan harapan, akan tetapi tidak
sedikit anak-anak itu menyeret orang tuanya ke jurang kehancuran. Mereka
bisa saja menyakiti dan mengingkarinya sebagai ganti kebaikan orang
tuanya. Bahkan tidak sedikit orang tua yang menemui ajal di tangan anak
kandungnya.
Demikian halnya dengan jabatan. Manusia yang salah selalu mengejar jabatan
dengan berbagai upaya, kalau perlu menghalalkan segala cara. Tidak sedikit
orang yang demi mendapatkan jabatan berani melakukan hal-hal yang
bertentangan dengan etika dan jalan agama. Bagi mereka kedudukan di atas
segala-galanya. Ternyata setelah didapatkannya tidak pula dirasakan
kebahagiaan dalam dirinya. Itulah sebabnya Islam melarang seseorang untuk
berambisi atas sesuatu jabatan, karena jika jabatan dipegang oleh orang
yang berambisi untuk mendudukinya, yang didapat hanyalah malapetaka.
DALAM DIRI MANUSIA. Kebahagiaan tidak terletak pada banyaknya harta
kekayaan dan banyaknya anak, tidak pula pada jabatan dan materi lainnya.
Kebahagiaan adalah suatu nilai yang abstrak kasat mata, tidak dapat diukur
dengan jumlah, tidak dapat disimpan di suatu tempat dan juga tidak dapat
dibeli dengan rupiah, dollar maupun dinar.
Kebahagiaan adalah suatu yang dapat dirasakan oleh kejernihan jiwa,
ketenangan hati, kelapangan dada, yang bersumber dari dalam diri manusia
dan tidak didatangkan dari luar dirinya.
Dalam suatu kisah disebutkan, seorang suami yang sedang marah terhadap
istrinya berkata seraya mengancam, "Aku akan membuatmu tidak bahagia!"
Dengan tenang istrinya menjawab, "Engkau tidak akan mampu membuatku
menderita sebagaimana engkau tidak dapat membuatku bahagia." Sang suami
semakin marah, "Kenapa tidak bisa?" Sahut istrinya penuh keyakinan, "Aku
mendapatkan kebahagiaan pada imanku. Iman ada di hatiku dan tidak
seorangpun dapat menguasai hatiku selain Allah swt pelindungku."
Itulah hakikat kebahagiaan itu. Kebahagiaan yang tidak dapat diberikan
oleh manusia dan tidak dapat dicabut oleh siapapun juga, adalah
kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang beriman dan mereka yang suka
beramal shalih. Seorang mukmin yang telah merasakan kelezatan ruhaniah
yang memenuhi sisi-sisi jiwanya akan berkata, "Sungguh kudapatkan
saat-saat bahagia yang membuatku berkata, 'Seandainya penghuni surga
merasakan seperti yang aku rasakan sekarang sungguh mereka benar-benar
hidup bahagia.'"
Orang-orang yang telah dianugerahi nikmat kebahagiaan oleh Allah swt akan
menganggap kecil musibah yang menimpa dirinya betapapun besar dan
beratnya. Karena musibah itu akan dirasakan sebagai nikmat yang perlu
disyukuri, sementara menurut orang lain merupakan malapetaka yang
mengakibatkan keluhan dan penderitaan.
Rasulullah memberikan contoh yang sangat indah tentang suatu kebahagiaan.
"Jika Anda melahap suatu makanan, maka Anda merasakan kelezatan. Tetapi,
jika Anda dengan suka-cita menyerahkan (walaupun sebagian)-nya, maka Anda
merasakan kebahagiaan.".

Dikirim oleh : Ahmarun Nisa''

Di Balik Kegagalan

Di Balik Kegagalan
Bila anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa temukan berjuta-juta dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah alasan. Ia takkan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.
Kerapkali, alasan serupa dengan pengingkaran. Semakin banyak menumpuk alasan, semakin besar pengingkaran pada diri sendiri.
Ini menjauhkan anda dari keberhasilan; sekaligus melemahkan kekuatan diri sendiri. Berhentilah mencari suatu alasan untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.

Belajarlah dari penambang yang tekun mencari emas. Ditimbanya berliter-liter tanah keruh dari sungai. Ia saring lumpur dari pasir. Ia sisir pasir dari logam. Tak jemu ia lakukan hingga tampaklah butiran emas berkilauan.

Begitulah semestinya anda memperlakukan kegagalan. Kegagalan itu seperti pasir keruh yang menyembunyikan emas. Bila anda terus berusaha, tekun mencari perbaikan di sela-sela kerumitan, serta berani menyingkirkan alasan-alasan, maka anda akan menemukan cahaya kesempatan.

Hanya mencari alasan, sama saja dengan membuang pasir dan semua emas yang ada di dalamnya

5 KUNCI PENGOKOH JIWA PENENANG BATHIN

5 KUNCI PENGOKOH JIWA PENENANG BATHIN
DALAM MENGARUNGI PERSOALAN HIDUP
Oleh KH. ABDULLAH GYMNASTIAR


1.AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI

Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna
Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku
Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik menurutku belum tentu yang terbaik menurut Alloh SWT. Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri
Pengetahuan tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya, Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya
Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku

2. AKU HARUS RELA DENGAN KENYATAAN YANG TERJADI

Bila sesuatu terjadi, yaa….. inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani
Aku harus menikmatinya, dan aku tak boleh larut dalam kekecewaan berlama-lama, kecewa, dongkol, sakit hati tak akan merobah apapun selain menyengsarakan diriku sendiri, dongkol begini, tak dongkol juga tetap begini
Hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh serta pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini
Bila nasi telah menjadi bubur, maka aku harus mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati

3. AKU TAK BOLEH MEMPERSULIT DIRI
Aku harus yakin bahwa hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus-menerus dan tak mungkin juga malam terus-menerus, pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya, aku harus sangat sabar menghadapinya
Akupun harus yakin bahwa setiap musibah terjadi dengan ijin Alloh Yang Maha Adil, pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena Dia tak pernah mendzolimi hamba-hamba-Nya
Aku tak boleh mendzolimi diriku sendiri, dengan pikiran buruk yang mempersulit dan menyengsarakan diri, pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional, aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah
Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tak boleh lari dari kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah. Semua harus dengan tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh kalah
Mesti segala sesuatu akan ada akhirnya, begitupun persoalan yang kuhadapi seberat apapun seperti yang dijanjikan Alloh " Fainnama’al usri yusron innama’al ’usri yusron" dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Alloh SWT

4. EVALUASI DIRI

Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Alloh SWT, dan Alloh tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia
Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar
Harus kurenungkan mengapa Alloh menakdirkan semua ini menimpaku, bisa jadi peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan kedudukanku disisi Alloh
Mungkin aku harus berpikir keras untuk menemukan kesalahan yang kuperbaiki
Setiap kejadian bagai cermin pribadiku, aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi, yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya, Alloh Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat

5. ALLOHLAH SATU-SATUNYA PENOLONGKU

Aku harus yakin kalaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa ijin-Nya
Hatiku harus bulat total dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa hanya Allohlah satunya-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan
Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, karena segala-galanya adalah milik-Nya, dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya
Tak ada yang dapat menghalangi jikalau Dia akan menolong hamba-hamba-Nya, Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya
Oleh karena itu aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya
Ingatlah selalu janji-Nya "Barangsiapa yang bertaqwa kepada-Ku, niscaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Kuberi rizki/ pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan barangsiapa yang bertawakal kepada-Ku, Niscaya akan Kucukupi segala kebutuhannya". ( At-Thalaq : 2-3 )
Semoga 5 kunci diatas dapat menenangkan hati yang sedang galau, cemas, was-was, khawatir yang berlebihan dan pengobat stress. Ingat hanya dengan dzikrullah / mengingat Alloh hati akan menjadi tenang